Organisasi Profesi Guru

Belajar di SAGUSABLOG Lanjutan

GURU PENGGERAK

Guru Penggerak Merdeka Belajar, Guru Bergerak Indonesia Maju!

Materi

Berbagai materi SD terkini

Materi

Wujudkan Pembelajaran Merdeka

Materi

Wujudkan Pembelajaran Merdeka

Materi

Wujudkan Pembelajaran Merdeka

Materi

Wujudkan Pembelajaran Merdeka

Kamis, 03 November 2022

BIMBINGAN TEKNIS KENAIKAN PANGKAT DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR HADIRKAN "SILANTIP"

BIMTEK KENAIKAN PANGKAT 
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR



Selasa, 25 Oktober 2022
Pangkat merupakan kedudukan yang menunjukkan tingkatan seseorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berdasarkan jabatannya dalam rangkaian susunan kepegawaian dan digunakan sebagai dasar penggajian. Kenaikan pangkat adalah penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian Pegawai Negeri Sipil terhadap negara, serta sebagai dorongan kepada Pegawai Negeri Sipil untuk lebih meningkatkan prestasi kerja dan pengabdiannya. Agar kenaikan pangkat dapat dirasakan sebagai penghargaan, maka kenaikan pangkat harus diberikan tepat pada waktunya dan tepat kepada orangnya.

Minggu, 23 Oktober 2022

MODUL SISWA KELAS 6 TEMA 4 (MEDIA KOMUNIKASI) SUBTEMA 1 (SUARA DAN BUNYI)

Silahkan Anda cermati MODUL SISWA KELAS 6 TEMA 4 SUBTEMA 1 berikut!


Senin, 18 Juli 2022

MODUL SISWA KELAS 6 TEMA 1 SUBTEMA 1

Silahkan Anda cermati MODUL SISWA KELAS 6 TEMA 1 SUBTEMA 1 berikut!

Jumat, 15 Juli 2022

Kamis, 30 Juni 2022

PEMBUATAN KESEPAKATAN KELAS 6 UPT SD NEGERI WLINGI 01


Definisi Kesepakatan Kelas

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kesepakatan adalah perihal yang disepakati.

Kelas diartikan sebagai tempat atau ruang belajar untuk menempuh pendidikan di sekolah.

Jadi, kesepakatan kelas merupakan suatu yang disepakati guru dan murid, antar teman di dalam lingkup sekolah. Kesepakatan kelas berfungsi sebagai media komunikasi untuk mengembalikan peran murid dalam pendidikan

Latar Belakang

Proses belajar mengajar yang kondusif dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak yang terlibat, mulai dari
kepala sekolah, guru, komite sekolah, orang tua siswa dan siswa itu sendiri. Yang terlibat langsung dalam proses belajar mengajar adalah guru dan murid sehingga keduanya perlu menjalin hubungan yang baik agar bermuara pada pembelajaran yang menyenangkan. Perlu ada kesepakatan antara guru dan murid yang nantinya kesepakatan inilah yang menjadi acuan dalam penerapan disiplin saat proses belajar mengajar berlangsung.

Salah satu cara yang yang paling tepat untuk menciptakan kedisiplinan dalam kelas yang bersumber dari kesadaran peserta adalah dengan dibuatnya kesepakatan kelas.

Kesepakatan Kelas mengedepankan peran aktif siswa, sehingga setiap pendapat siswa perlu dihargai. Melalui kesepakatan kelas, siswa sekaligus belajar tentang nilai-nilai demokrasi, serta pentingnya bertanggung jawab terhadap kesepakatan yang mereka buat sendiri.

Tujuan Dibuatnya Kesepakatan Kelas

1.  Untuk memunculkan motivasi intrinsik dari dalam diri murid sehingga tercipta disiplin positif murid.

2.  Mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan melalu pembuatan kesepakatan kelas sehingga murid merasa berarti dan didengarkan aspirasinya. 

Berikut video Pembuatan Kesepakatan Kelas UPT SD Negeri Wlingi 01 https://youtu.be/dXUGyQdq5EU






 

Minggu, 05 Juni 2022

PAT BAHASA INDONESIA KELAS 6


Senin, 30 Mei 2022

Modul 3.1.a.9 Koneksi Antar Materi: Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Fasilitator             : Imyatun Muayanah
Pengajar Praktik   : Dyah Kartika Wulan Sari
Nama                    : Yayuk Amirotin (CGP 4 Kabupaten Blitar)

1.    Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?

Filosofi Pratap Triloka menyatakan tentang “Ing ngarso sung tuladha” memberikan pengaruh yang besar dalam mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. KHD berpandangan bahwa guru harus memberikan teladan dan contoh yang baik. Seorang guru harus memberikan karsa atau usaha keras sebagai wujud filosofi Pratap Triloka “Ing Madyo Mangun Karsa”  sehingga murid dapat menyelesaikan atau mengambil keputusan terhadap permasalahannya secara mandiri dengan bimbingan guru. Guru hanya sebagai pamong yang mengarahkan murid menuju kebahagiaan lahir dan batin. Hal ini sesuai dengan filosofi Pratap Triloka “Tut Wuri Handayani.”

2.    Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Setiap guru memiliki nilai-nilai positif yang sudah tertanam dalam dirinya. Nilai-nilai positif yang mampu mempengaruhi dirinya untuk menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid.

Nilai-nilai yang akan membimbing dan mendorong pendidik untuk mengambil keputusan yang tepat dan benar. Nilai-nilai positif tersebut seperti mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, serta berpihak pada murid. Nilai-nilai tersebut merupakan prinsip yang dipegang teguh ketika berada dalam posisi yang menuntut kita untuk mengambil keputusan dari dua pilihan yang secara logika dan rasa keduanya benar, berada situasi dilema etika (benar vs benar) atau berada dalam dua pilihan antara benar melawan salah (bujukan moral) yang menuntut kita berpikir secara seksama untuk mengambil keputusan yang benar.

Keputusan tepat yang diambil tersebut merupakan buah dari nilai-nilai positif yang dipegang teguh dan dijalankan. Nilai-nilai positif akan mengarahkan kita mengambil keputusan dengan risiko yang sekecil-kecilnya. Keputusan yang mampu memunculkan kepentingan dan keberpihakan pada peserta didik.

Nilai-nilai positif mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif serta berpihak pada murid adalah manifestasi dari pengimplementasian kompetensi sosial emosional, kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial dan keterampilan berinteraksi sosial dalam mengambil keputusan secara berkesadaran penuh untuk meminimalisir kesalahan dan konsekuensi yang akan terjadi.

3.    Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

Coaching adalah keterampilan yang sangat penting dalam menggali suatu masalah yang sebenarnya terjadi baik masalah dalam diri kita maupun masalah yang dimiliki orang lain. Dengan langkah coaching model TIRTA, kita dapat mengidentifikasi masalah apa yang sebenarnya terjadi dan membuat pemecahan masalah secara sistematis. Konsep coaching TIRTA sangat ideal apaila dikombinasikan dengan sembilan langkah konsep pengambilan dan pengujian keputusan sebagai evaluasi terhadap keputusan yang kita ambil.

Pembimbingan yang telah dilakukan oleh pendamping praktik dan fasilitator telah membantu saya berlatih mengevaluasi keputusan yang telah saya ambil. Apakah keputusan tersebut sudah berpihak kepada murid, sudah sejalan dengan nilai-nilai kebajikan universal dan apakah keputusan yang saya ambil tersebut akan dapat saya pertanggung jawabkan.

TIRTA merupakan model coaching yang dikembangkan dengan semangat merdeka belajar. Model TIRTA menuntut guru untuk memiliki keterampilan coaching. Hal ini penting mengingat tujuan coaching, yaitu untuk melejitkan potensi murid agar menjadi lebih merdeka. TIRTA adalah satu model coaching yang diperkenalkan dalam Program Pendidikan Guru Penggerak saat ini. TIRTA dikembangkan dari Model GROW. GROW adalah akronim dari Goal, Reality, Options dan Will.

Goal (Tujuan): coach perlu mengetahui apa tujuan yang hendak dicapai coachee dari sesi coaching ini,

Reality (Hal-hal yang nyata): proses menggali semua hal yang terjadi pada diri coachee,

Options (Pilihan): coach membantu coachee dalam memilah dan memilih hasil pemikiran selama sesi yang nantinya akan dijadikan sebuah rancangan aksi.

Will (Keinginan untuk maju): komitmen coachee dalam membuat sebuah rencana aksi dan menjalankannya.TIRTA akronim dari :

T : Tujuan

I : Identifikasi

R : Rencana aksi

TA: Tanggung jawab

4.    Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?

Sebagai seorang pendidik, kita harus mampu menjembatani perbedaan minat dan gaya belajar murid di kelas sehingga dalam proses pembelajaran murid mendapatkan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai profil belajar mereka masing-masing. Untuk itu diperlukan pengambilan keputusan yang tepat agar seluruh kepentingan murid dapat terakomodir dengan baik. Kompetensi sosial dan emosional diperlukan agar guru dapat fokus memberikan pembelajaran dan dapat mengambil keputusan dengan tepat dan bijak sehingga dapat mewujudkan merdeka belajar di kelas maupun di sekolah.

5.     Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

Keberpihakan dan mengutamakan kepentingan murid dapat tercipta dari tangan pendidik yang mampu membuat solusi tepat dari setiap permasalahan yang terjadi. Pendidik yang mampu melihat permasalahan dari berbagai kaca mata dan pendidik yang dengan tepat mampu membedakan apakah permasalahan yang dihadapi termasuk dilema etika ataukah bujukan moral.

Seorang pendidik ketika dihadapkan dengan kasus-kasus yang fokus terhadap masalah moral dan etika, baik secara sadar atau pun tidak akan terpengaruh oleh nilai-nilai yang dianutnya. Nilai-nilai yang dianutnya akan mempengaruhi dirinya dalam mengambil sebuah keputusan. Jika nilai-nilai yang dianutnya nilai-nilai positif maka keputusan yang diambil akan tepat, benar dan dapat dipertanggung jawabkan dan begitupun sebaliknya jika nilai-nilai yang dianutnya tidak sesuai dengan kaidah moral, agama dan norma maka keputusan yang diambilnya lebih cenderung hanya benar secara pribadi dan tidak sesuai harapan kebanyakan pihak.Kita tahu bahwa Nilai-nilai yang dianut oleh Guru Penggerak adalah reflektif, mandiri, inovatif, kolaboratif dan berpihak pada anak didik. Nilai-nilai tersebut akan mendorong guru untuk menentukan keputusan masalah moral atau etika yang tepat sasaran, benar dan meminimalisir kemungkinan kesalahan pengambilan keputusan yang dapat merugikan semua pihak khususnya peserta didik.

6.     Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat tekait kasus-kasus pada masalah moral atau etika hanya dapat dicapai jika dilakukan melalui 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Dapat dipastikan bahwa jika pengambilan keputusan dilakukan secara akurat melalui proses analisis kasus yang cermat dan sesuai dengan 9 langkah tersebut, maka keputusan tersebut diyakini akan mampu mengakomodasi semua kepentingan dari pihak-pihak yang terlibat , maka hal tersebut akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

7.     Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Jawaban saya yaitu iya, kesulitan muncul karena masalah perubahan paradigma dan budaya sekolah yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Diantaranya adalah sistem yang kadang jika memaksa guru untuk memilih pilihan yang salah atau kurang tepat dan tidak berpihak kepada murid. Yang kedua tidak semua warga sekolah berkomitmen tinggi untuk menjalankan keputusan Bersama. Yang ketiga keputusan yang diambil kadang kala tanpa sepenuhnya melibatkan guru sehingga muncul banyak kendala-kendala dalam proses pelaksanaan pengambilan keputusan.

8.     Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

Menurut pendapat saya, semua tergantung kepada keputusan seperti apa yang diambil, apabila keputusan tersebut sudah berpihak kepada murid dalam hal ini tentang metode yang digunakan oleh guru, media dan sistem penilaian yang dilakukan yang sudah sesuai dengan kebutuhan murid, maka hal ini akan dapat memerdekakan murid dalam belajar dan pada akhirnya murid dapat berkembang sesuai dengan potensi dan kodratnya. Namun sebaliknya apabila keputusan tersebut tidak berpihak kepada murid, dalam hal metode, media, penilaian dan lain sebagainya maka kemerdekaan belajar murid hanya sebuah omong kosong belaka dan tentunya murid tidak akan dapat berkembang sesuai potensi dan kondratnya.

9.     Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Ketika guru sebagai pemimpin pembelajaran melakukan pengambilan keputusan yang memerdekakan dan berpihak pada murid, maka dapat dipastikan murid-muridnya akan belajar menjadi oang-orang yang merdeka, kreatif , inovatif dalam mengambil keputusan yang menentukan bagi masa depan mereka sendiri. Di masa depan mereka akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang matang, penuh pertimbangan dan cermat dalam mengambil keputusan-keputusan penting bagi kehidupan dan pekerjaannya.

Keputusan yang diambil oleh seorang guru akan menjadi ibarat pisau yang disatu sisi apabila digunakan dengan baik akan membawa kesuksesan dalam kehidupan murid di masa yang akan dating. Demikian sebaliknya apabila kebutuhan tersebut tidak diambil dengan bijaksana maka bisa jadi berdampak sangat buruk bagi masa depan murid-murid. Keputusan yang berpihak kepada murid haruslah melalui pertimbangan yang sangat akurat dimana dilakukan terlebih dahulu pemetaan terhadap minat belajar, profil belajar dan kesiapan belajar murid untuk kemudian dilakukan pembelajaran berdiferensiasi yaitu melakukan diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk.

10.  Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimplan yang didapat dari pembelajaran modul ini yang dikaitkan dengan modul-modul sebelumnya adalah :

Pengambilan keputusan adalah suatu kompetensi atau skill yang harus dimiiki oleh guru dan harus berlandaskan kepada filosofi Ki Hajar Dewantara yang dikaitkan sebagai pemimpin pembelajaran.

Pengambilan keputusan harus berdasarkan pada budaya positif dan menggunakan alur BAGJA yang akan mengantarkan pada lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman (well being).

Dalam pengambilan keputusan seorang guru harus memiliki kesadaran penuh (mindfullness) untuk menghantarkan muridnya menuju profil pelajar Pancasila.

Dalam perjalanannya menuju profil pelajar Pancasila, ada banyak dilema etika dan bujukan moral sehingga diperlukan panduan sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan untuk memutuskan dan memecahkan suatu masalah agar keputusan tersebut berpihak kepada murid demi terwujudnya merdeka belajar.

 

 


Senin, 25 April 2022

Ulangan Semester II Kelas V Mata Pelajaran IPS

Ulangan Semester II Kelas V

Mata Pelajaran IPS

 

 

Nama     :   

Kelas     :

 

I.     Jawablah soal dibawah ini dengan cara memberi tanda silang (X) pada jawaban yang tepat!

1.      PPKI diketuai oleh....

a. Ir. Soekarno           b. Dr. Radjiman W     c. Drs. Moh. Hatta          d. M. Yamin

2.      Organisasi tentara yang dibentuk Jepang adalah...

a. PPKI           b. PETA              c. Putera             d. Jawa Hoko-Kai

3. Bangsa Jepang menjajah Indonesia selama.............

a. 350 tahun            b. 2 tahun                  c. 3,5 tahun                 d. 5 tahun

4. BPUPKI dibentuk pada tanggal...

      a. 1 Maret 1944            b. 1 Maret 1945       c. 9 Agustus 1945         d. 9 Agustus 1944

5. Para pemimpin Putera dikenal dengan.....

   a. catur tunggal   b. panitia sembilan     c. empat serangkai          d. lima serangkai   

6. Penderitaan rakyat pada masa penjajahan Jepang adalah....

a. sulit mencari lapangan pekerjaan                 b. diwajibkan menjadi anggota militer

c. membuat jalan kereta api                                d. kelaparan di berbagai tempat

 7.      Berikut nama negara yang belum pernah di jajah Jepang......

a. Malaysia             b.Burma                 c. India                     d. Thailand

 8.      Perbedaan Heiho dengan Peta adalah....

a.       Heiho dikirim ke medan tempur, sementara Peta tidak 

b.      Heiho dilatih militer dan Peta tidak

c.       peta berani memberontak, Heiho tidak

d.      Heiho kedudukanya lebih tinggi dibanding Peta

 9.      Organisasi yang dibentuk Jepang untuk menggantikan Putera adalah...

         a. Giyugun              b. Seinendan                c. Jawa Hokokai              d. Bogodan

10.  Pada masa penjajahan Jepang diberlakukan sistem pemerintahan....

         a. sipil                     b. kerajaan          c. militer                    d. demokrasi

11.  Yang bukan semboyan negara Jepang 3 A adalah...

         a. Jepang penguaa asia                              b. Jepang pemimpin asia

         c. Jepang cahaya asia                                  d. Jepang pelindung asia

12.  Tengku Abdul Hamid memimpin perlawanan terhadap Jepang di....

  a. Aceh                b. Jawa Barat                c. Riau                      d. Sumatera Barat

13.  Perlawanan PETA terhadap Jepang terjadi di kota....

         a. Malang                b. Kediri                    c. Jombang                  d. Blitar

14.  Dokuritsu Jumbi Inkai adalah bahasa Jepang untuk.....

         a. PPKI                  b. BPUPKI                       c. Panitia Sembilan               d. Peta

15.  Akibat dari penjajahan Jepang di Indonesia yaitu....

        a. diperolehnya senjata modern dan militer      

        b. timbulnya penderitaan dan kesengsaraan

        c. mendapat latihan militer                                         

        d. terhindar dari penjajahan Belanda

16.  Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia bernama…..

         a. Dr. Rajiman Wedyodiningrat                                           c. Moh. Yamin

         b. Drs. Moh. Hatta                                                                     d. Ir. Sukarno

17.  Tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada…

a.         Belanda

b.        Inggris

c.         Sekutu

d.        Amerika

18.  Pada tanggal 16 Agustus 1945 Ir. Sukarno dan Moh. Hatta dibawa para  pemuda ke…

a.    Pegangsaan timur 56 Jakarta

b.    Rumah Laksana Maeda

c.    Rengasdengklok

d.    Dalat

19.  Dokuritsu Junbi Inkai adalah nama lain dari…

a.    BPUPKI

b.    PPKI

c.    KNIP

d.    PDIP

20.  Perumusan Naskah Proklamasi tanggal 16 Agustus 1945 malam bertempat di…

a.    rengasdengklok

b.    Dalat

c.    Pegangsaan Timur 56 jakarta

d.    Rumah Laksamana Maeda

21.  Kerja paksa pada masa penjajah Jepang disebut…

a.    Rodi

b.    Kaibodan

c.    Tanam Paksa

d.    Romusha

22.  Berikut ini yang bukan merupakan tokoh perumus naskah proklamasi adalah…

a.    Ir. Soekarno

b.    Drs. Moh Hatta

c.    Mr. Ahmad Subarjo

d.    Dr. Rajiman Wedyodiningrat

23.  Perlawanan mengusir penjajah sudah dilakukan sejak abad ke 16, tetapi tidak pernah berhasil karena…

a.    Bersifat kedaerahan

b.    Tidak ada semangat juang

c.    Jumlah musuh terlalu banyak

d.    Tidak ada pemimpin yang bijak

24.  Dasar Negara yang disampaikan oleh Bung Karno dalam rapat BPUPKI 1 Juni 1945 adalah…

a.    Trisila

b.    Pancasila

c.    Ekasila

d.    Dasasila

25.  Mendengar kekalahan Jepang dari sekutu, maka para pemuda mendesak Ir. Sukarno dan Drs. Moh Hatta untuk segera…

a.    Memproklamasikan kemerdekaan

b.    Menyusun kekuatan

c.    Mengumumkan kemenangan

d.    Membentuk panitia

26. Selain Ir. Sukarno, tokoh yang juga menyampaikan pemikirannya tentang dasar Negara adalah…

a.    H. Agus Salim

b.    Moh. Hatta

c.    Moh. Yamin

d.    Mr. AA Maramis

27.  Pembicaraan tentang persiapan kemerdekaan Indonesia di bicarakan di kota…

a.    Hanoi

b.    Saigon

c.    Dalat

d.    Manila

28.  Rumah perwira angkatan laut Jepang yang digunakan untuk menyusun teks proklamasi adalah…

a.    Hironito

b.    Maeda

c.    Terauci

d.    Imamura

29.  Pengetik naskah proklamasi adalah…

a.    Sayuti Melik

b.    Wikana

c.    Suhud

d.    Latif Hendraningrat

30.  Dasar Negara yang sah terdapat pada pembuatan UUD 1945 alinea ke…

a.    I

b.    II

c.    III

d.    IV

31.  Presiden pertama RI di pilih oleh…

a.    Rakyat

b.    MPR

c.    BPUPKI

d.    PPKI

32.               32. Yang menjahit bendera pusaka merah putih adalah…

a.    Ibu Sukmawati

b.    Ibu Fatmawati

c.     Ibu Rahmawati

d.    Ibu Megawati

                33.    Proklamasi kemerdekaan merupakan…

a.    Puncak perjuangan Indonesia

b.    Awal perjuangan bangsa Indonesia

c.     Tujuan akhir bangsa Indonesia

d.    Perjuangan akhir merebut kemerdekaan     

3              34.    Makna proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 bagi bangsa Indonesia adalah…

a.    Berlakunya Hukum Nasional

b.    Tetap berlakunya Hukum Kolonial

c.     Hukum Nasional sejajar dengan Hukum Kolonial

d.    Sistim pemerintahan baru meniru system Kolonial

                  35.    Sebagai bangsa yang telah merdeka sikap kita adalah…

a.    Bersenang – senang karena sudah merdeka

b.    tidak usah berjuang karena sudah merdeka

c.     Tetap berjuang mengisi kemerdekaan

d.    Tetap berjuang bila ada perang

 

II. Isilah titik- titik dibawah ini dengan jawaban yang tepat!   

  1. Pahlawan wanita dari Aceh yang gigih melawan Belanda adalah…
  2. Perang habis – habisan rakyat Bali melawan Belanda d kenal dengan nama…
  3. Kerja rodi ditentang oleh Pangeran Kusumadinata, beliau berasal dari daerah…
  4. Pada tanggal 20 Maret 1602, Gubernur Jendral Pieter Both mendirikan kongsi dagang Belanda yang disebut…
  5. Rapat BPUPKI tanggal 29 Mei s.d 1 Juni 1945 membahas tentang…
  6. Pada tanggal 9 Agustus 1945 Ir. Sukarno, Drs. Moh Hatta, dan Dr. Rajiman Wedyodiningrat dipanggil Jendral Terauchi ke…
  7. Perlawanan rakyat terhadap Jepang di Singaparna di pimpin oleh...
  8. Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal…
  9. Yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945 ialah…
  10. Penjahit bendera pusaka merah putih adalah…

 

III. Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini dengan benar!

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan VOC?
  2. Apa yang diperintahkan Gubernur Jendral Vanden Bosh saat berkuasa di Indonesia?
  3. Sebutkan 3 contoh pejuang yang d panggil Terauchi ke Dalat, Vietnam!
  4. Sebutkan 3 tokoh perumus dasar negara!
  5. Siapakah pengibar bendera saat proklamasi?


Entri yang Diunggulkan

SOAL ASESMEN TENGAH SEMESTER (ATS) GANJIL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS V TAHUN 2026/2027

  SOAL ASESMEN TENGAH SEMESTER (ATS) GANJIL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS V Tahun Pelajaran 2026/2027 Alokasi Waktu: 90 Meni...