Organisasi Profesi Guru
Belajar di SAGUSABLOG Lanjutan
GURU PENGGERAK
Guru Penggerak Merdeka Belajar, Guru Bergerak Indonesia Maju!
Materi
Berbagai materi SD terkini
Materi
Wujudkan Pembelajaran Merdeka
Materi
Wujudkan Pembelajaran Merdeka
Materi
Wujudkan Pembelajaran Merdeka
Materi
Wujudkan Pembelajaran Merdeka
Kamis, 03 November 2022
BIMBINGAN TEKNIS KENAIKAN PANGKAT DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BLITAR HADIRKAN "SILANTIP"
Minggu, 23 Oktober 2022
MODUL SISWA KELAS 6 TEMA 4 (MEDIA KOMUNIKASI) SUBTEMA 1 (SUARA DAN BUNYI)
Senin, 18 Juli 2022
MODUL SISWA KELAS 6 TEMA 1 SUBTEMA 1
Jumat, 15 Juli 2022
Selasa, 12 Juli 2022
Minggu, 03 Juli 2022
Kamis, 30 Juni 2022
PEMBUATAN KESEPAKATAN KELAS 6 UPT SD NEGERI WLINGI 01
Definisi Kesepakatan Kelas
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), kesepakatan adalah perihal yang disepakati.
Kelas diartikan sebagai tempat atau
ruang belajar untuk menempuh pendidikan di sekolah.
Jadi, kesepakatan kelas merupakan
suatu yang disepakati guru dan murid, antar teman di dalam lingkup sekolah. Kesepakatan
kelas berfungsi sebagai media komunikasi untuk mengembalikan peran murid dalam
pendidikan
Latar Belakang
Proses belajar
mengajar yang kondusif dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak yang terlibat,
mulai dari
kepala sekolah, guru, komite sekolah, orang tua siswa dan siswa itu
sendiri. Yang terlibat langsung dalam proses belajar mengajar adalah guru dan
murid sehingga keduanya perlu menjalin hubungan yang baik agar bermuara pada
pembelajaran yang menyenangkan. Perlu ada kesepakatan antara guru dan murid
yang nantinya kesepakatan inilah yang menjadi acuan dalam penerapan disiplin
saat proses belajar mengajar berlangsung.
Salah satu cara
yang yang paling tepat untuk menciptakan kedisiplinan dalam kelas yang
bersumber dari kesadaran peserta adalah dengan dibuatnya kesepakatan
kelas.
Kesepakatan Kelas mengedepankan peran aktif siswa, sehingga
setiap pendapat siswa perlu dihargai. Melalui kesepakatan kelas, siswa
sekaligus belajar tentang nilai-nilai demokrasi, serta pentingnya bertanggung
jawab terhadap kesepakatan yang mereka buat sendiri.
Tujuan Dibuatnya Kesepakatan Kelas
1. Untuk memunculkan motivasi
intrinsik dari dalam diri murid sehingga tercipta disiplin positif murid.
2. Mewujudkan pembelajaran
yang menyenangkan melalu pembuatan kesepakatan kelas sehingga murid merasa
berarti dan didengarkan aspirasinya.
Berikut video Pembuatan Kesepakatan Kelas UPT SD Negeri Wlingi 01 https://youtu.be/dXUGyQdq5EU
Rabu, 22 Juni 2022
Minggu, 05 Juni 2022
Senin, 30 Mei 2022
Modul 3.1.a.9 Koneksi Antar Materi: Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran
1.
Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan
filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan
keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?
Filosofi Pratap Triloka menyatakan tentang “Ing ngarso sung tuladha” memberikan pengaruh
yang besar dalam mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. KHD
berpandangan bahwa guru harus memberikan teladan dan contoh yang baik. Seorang
guru harus memberikan karsa atau usaha keras sebagai wujud filosofi Pratap
Triloka “Ing Madyo Mangun Karsa” sehingga
murid dapat menyelesaikan atau mengambil keputusan terhadap permasalahannya
secara mandiri dengan bimbingan guru. Guru hanya sebagai pamong yang
mengarahkan murid menuju kebahagiaan lahir dan batin. Hal ini sesuai dengan
filosofi Pratap Triloka “Tut Wuri Handayani.”
2.
Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri
kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan
suatu keputusan?
Setiap guru memiliki nilai-nilai positif yang sudah tertanam
dalam dirinya. Nilai-nilai positif yang mampu mempengaruhi dirinya untuk
menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid.
Nilai-nilai yang akan membimbing dan mendorong pendidik untuk mengambil
keputusan yang tepat dan benar. Nilai-nilai positif tersebut seperti mandiri,
reflektif, kolaboratif, inovatif, serta berpihak pada murid. Nilai-nilai
tersebut merupakan prinsip yang dipegang teguh ketika berada dalam posisi
yang menuntut kita untuk mengambil keputusan dari dua pilihan yang secara
logika dan rasa keduanya benar, berada situasi dilema etika (benar vs benar)
atau berada dalam dua pilihan antara benar melawan salah (bujukan moral) yang
menuntut kita berpikir secara seksama untuk mengambil keputusan yang benar.
Keputusan tepat yang diambil tersebut merupakan buah dari nilai-nilai
positif yang dipegang teguh dan dijalankan. Nilai-nilai positif akan
mengarahkan kita mengambil keputusan dengan risiko yang sekecil-kecilnya.
Keputusan yang mampu memunculkan kepentingan dan keberpihakan pada peserta
didik.
Nilai-nilai positif mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif serta
berpihak pada murid adalah manifestasi dari pengimplementasian kompetensi sosial
emosional, kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial dan keterampilan
berinteraksi sosial dalam mengambil keputusan secara berkesadaran penuh untuk
meminimalisir kesalahan dan konsekuensi yang akan terjadi.
3. Bagaimana kegiatan
terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan
kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator
dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan
keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah
efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan
keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang
telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.
Coaching adalah keterampilan yang sangat penting dalam menggali suatu
masalah yang sebenarnya terjadi baik masalah dalam diri kita maupun masalah
yang dimiliki orang lain. Dengan langkah coaching model TIRTA, kita dapat
mengidentifikasi masalah apa yang sebenarnya terjadi dan membuat pemecahan
masalah secara sistematis. Konsep coaching TIRTA sangat ideal apaila
dikombinasikan dengan sembilan langkah konsep pengambilan dan pengujian
keputusan sebagai evaluasi terhadap keputusan yang kita ambil.
Pembimbingan yang telah dilakukan oleh pendamping praktik dan
fasilitator telah membantu saya berlatih mengevaluasi keputusan yang telah saya
ambil. Apakah keputusan tersebut sudah berpihak kepada murid, sudah sejalan
dengan nilai-nilai kebajikan universal dan apakah keputusan yang saya ambil
tersebut akan dapat saya pertanggung jawabkan.
TIRTA merupakan model coaching yang dikembangkan dengan semangat merdeka
belajar. Model TIRTA menuntut guru untuk memiliki keterampilan coaching. Hal
ini penting mengingat tujuan coaching, yaitu untuk melejitkan potensi murid
agar menjadi lebih merdeka. TIRTA adalah satu model coaching
yang diperkenalkan dalam Program Pendidikan Guru Penggerak saat ini. TIRTA
dikembangkan dari Model GROW. GROW adalah akronim dari Goal,
Reality, Options dan Will.
Goal (Tujuan): coach perlu mengetahui apa tujuan yang hendak dicapai
coachee dari sesi coaching ini,
Reality (Hal-hal yang nyata): proses menggali semua hal yang terjadi pada
diri coachee,
Options (Pilihan): coach membantu coachee dalam memilah dan memilih hasil
pemikiran selama sesi yang nantinya akan dijadikan sebuah rancangan aksi.
Will (Keinginan untuk maju): komitmen coachee dalam membuat sebuah
rencana aksi dan menjalankannya.TIRTA akronim dari :
T : Tujuan
I : Identifikasi
R : Rencana aksi
TA: Tanggung jawab
4. Bagaimana kemampuan
guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh
terhadap pengambilan keputusan?
Sebagai seorang pendidik, kita
harus mampu menjembatani perbedaan minat dan gaya belajar murid di kelas
sehingga dalam proses pembelajaran murid mendapatkan pembelajaran yang
menyenangkan dan sesuai profil belajar mereka masing-masing. Untuk itu
diperlukan pengambilan keputusan yang tepat agar seluruh kepentingan murid
dapat terakomodir dengan baik. Kompetensi sosial dan emosional diperlukan agar
guru dapat fokus memberikan pembelajaran dan dapat mengambil keputusan dengan
tepat dan bijak sehingga dapat mewujudkan merdeka belajar di kelas maupun di
sekolah.
5. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau
etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.
Keberpihakan dan mengutamakan
kepentingan murid dapat tercipta dari tangan pendidik yang mampu membuat solusi
tepat dari setiap permasalahan yang terjadi. Pendidik yang mampu melihat
permasalahan dari berbagai kaca mata dan pendidik yang dengan tepat mampu
membedakan apakah permasalahan yang dihadapi termasuk dilema etika ataukah
bujukan moral.
Seorang pendidik ketika
dihadapkan dengan kasus-kasus yang fokus terhadap masalah moral dan etika, baik
secara sadar atau pun tidak akan terpengaruh oleh nilai-nilai yang dianutnya.
Nilai-nilai yang dianutnya akan mempengaruhi dirinya dalam mengambil sebuah
keputusan. Jika nilai-nilai yang dianutnya nilai-nilai positif maka keputusan
yang diambil akan tepat, benar dan dapat dipertanggung jawabkan dan begitupun
sebaliknya jika nilai-nilai yang dianutnya tidak sesuai dengan kaidah moral,
agama dan norma maka keputusan yang diambilnya lebih cenderung hanya benar
secara pribadi dan tidak sesuai harapan kebanyakan pihak.Kita tahu bahwa
Nilai-nilai yang dianut oleh Guru Penggerak adalah reflektif, mandiri,
inovatif, kolaboratif dan berpihak pada anak didik. Nilai-nilai tersebut akan
mendorong guru untuk menentukan keputusan masalah moral atau etika yang tepat
sasaran, benar dan meminimalisir kemungkinan kesalahan pengambilan keputusan
yang dapat merugikan semua pihak khususnya peserta didik.
6. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada
terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
Pengambilan keputusan yang tepat
tekait kasus-kasus pada masalah moral atau etika hanya dapat dicapai jika dilakukan
melalui 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Dapat dipastikan bahwa
jika pengambilan keputusan dilakukan secara akurat melalui proses analisis
kasus yang cermat dan sesuai dengan 9 langkah tersebut, maka keputusan tersebut
diyakini akan mampu mengakomodasi semua kepentingan dari pihak-pihak yang
terlibat , maka hal tersebut akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang
positif, kondusif, aman dan nyaman.
7. Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit
dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus
dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di
lingkungan Anda?
Jawaban saya yaitu iya, kesulitan
muncul karena masalah perubahan paradigma dan budaya sekolah yang sudah
dilakukan selama bertahun-tahun. Diantaranya adalah sistem yang kadang jika
memaksa guru untuk memilih pilihan yang salah atau kurang tepat dan tidak
berpihak kepada murid. Yang kedua tidak semua warga sekolah berkomitmen tinggi
untuk menjalankan keputusan Bersama. Yang ketiga keputusan yang diambil kadang
kala tanpa sepenuhnya melibatkan guru sehingga muncul banyak kendala-kendala
dalam proses pelaksanaan pengambilan keputusan.
8. Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil
ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?
Menurut pendapat saya, semua
tergantung kepada keputusan seperti apa yang diambil, apabila keputusan
tersebut sudah berpihak kepada murid dalam hal ini tentang metode yang
digunakan oleh guru, media dan sistem penilaian yang dilakukan yang sudah
sesuai dengan kebutuhan murid, maka hal ini akan dapat memerdekakan murid dalam
belajar dan pada akhirnya murid dapat berkembang sesuai dengan potensi dan
kodratnya. Namun sebaliknya apabila keputusan tersebut tidak berpihak kepada
murid, dalam hal metode, media, penilaian dan lain sebagainya maka kemerdekaan
belajar murid hanya sebuah omong kosong belaka dan tentunya murid tidak akan
dapat berkembang sesuai potensi dan kondratnya.
9. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat
mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
Ketika guru sebagai pemimpin
pembelajaran melakukan pengambilan keputusan yang memerdekakan dan berpihak
pada murid, maka dapat dipastikan murid-muridnya akan belajar menjadi
oang-orang yang merdeka, kreatif , inovatif dalam mengambil keputusan yang
menentukan bagi masa depan mereka sendiri. Di masa depan mereka akan tumbuh
menjadi pribadi-pribadi yang matang, penuh pertimbangan dan cermat dalam
mengambil keputusan-keputusan penting bagi kehidupan dan pekerjaannya.
Keputusan yang diambil oleh
seorang guru akan menjadi ibarat pisau yang disatu sisi apabila digunakan
dengan baik akan membawa kesuksesan dalam kehidupan murid di masa yang akan
dating. Demikian sebaliknya apabila kebutuhan tersebut tidak diambil dengan
bijaksana maka bisa jadi berdampak sangat buruk bagi masa depan murid-murid.
Keputusan yang berpihak kepada murid haruslah melalui pertimbangan yang sangat
akurat dimana dilakukan terlebih dahulu pemetaan terhadap minat belajar, profil
belajar dan kesiapan belajar murid untuk kemudian dilakukan pembelajaran
berdiferensiasi yaitu melakukan diferensiasi konten, diferensiasi proses dan
diferensiasi produk.
10. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul
materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
Kesimplan yang didapat dari
pembelajaran modul ini yang dikaitkan dengan modul-modul sebelumnya adalah :
Pengambilan keputusan adalah
suatu kompetensi atau skill yang harus dimiiki oleh guru dan harus berlandaskan
kepada filosofi Ki Hajar Dewantara yang dikaitkan sebagai pemimpin
pembelajaran.
Pengambilan keputusan harus
berdasarkan pada budaya positif dan menggunakan alur BAGJA yang akan
mengantarkan pada lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman (well
being).
Dalam pengambilan keputusan
seorang guru harus memiliki kesadaran penuh (mindfullness) untuk
menghantarkan muridnya menuju profil pelajar Pancasila.
Dalam perjalanannya menuju profil
pelajar Pancasila, ada banyak dilema etika dan bujukan moral sehingga
diperlukan panduan sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan untuk
memutuskan dan memecahkan suatu masalah agar keputusan tersebut berpihak kepada
murid demi terwujudnya merdeka belajar.
Senin, 25 April 2022
Ulangan Semester II Kelas V Mata Pelajaran IPS
Ulangan Semester II Kelas V
Mata Pelajaran IPS
|
Nama :
Kelas : |
I.
Jawablah
soal dibawah ini dengan cara memberi tanda silang (X) pada jawaban yang tepat!
1. PPKI
diketuai oleh....
a.
Ir. Soekarno b. Dr. Radjiman W
c. Drs. Moh. Hatta d. M. Yamin
2. Organisasi
tentara yang dibentuk Jepang adalah...
a.
PPKI b. PETA
c. Putera d. Jawa
Hoko-Kai
3.
Bangsa Jepang menjajah Indonesia selama.............
a.
350 tahun b.
2 tahun
c. 3,5
tahun
d. 5 tahun
4.
BPUPKI dibentuk pada tanggal...
a. 1 Maret
1944 b. 1 Maret
1945 c. 9 Agustus
1945 d. 9 Agustus 1944
5.
Para pemimpin Putera dikenal dengan.....
a. catur tunggal b. panitia sembilan c. empat serangkai d. lima serangkai
6. Penderitaan rakyat pada masa penjajahan Jepang adalah....
a.
sulit mencari lapangan
pekerjaan
b. diwajibkan menjadi anggota militer
c.
membuat jalan kereta api
d. kelaparan di berbagai tempat
7. Berikut
nama negara yang belum pernah di jajah Jepang......
a.
Malaysia
b.Burma
c. India
d. Thailand
8. Perbedaan
Heiho dengan Peta adalah....
a. Heiho dikirim ke medan tempur, sementara
Peta tidak
b. Heiho dilatih militer dan Peta tidak
c. peta berani memberontak, Heiho tidak
d. Heiho kedudukanya lebih tinggi dibanding
Peta
9. Organisasi
yang dibentuk Jepang untuk menggantikan Putera adalah...
a. Giyugun
b. Seinendan
c. Jawa Hokokai
d. Bogodan
10. Pada
masa penjajahan Jepang diberlakukan sistem
pemerintahan....
a. sipil
b. kerajaan c.
militer
d. demokrasi
11. Yang
bukan semboyan negara Jepang 3 A adalah...
a. Jepang penguaa asia
b. Jepang pemimpin asia
c. Jepang cahaya asia
d. Jepang pelindung asia
12. Tengku
Abdul Hamid memimpin perlawanan terhadap Jepang
di....
a. Aceh
b. Jawa Barat
c. Riau
d. Sumatera Barat
13. Perlawanan
PETA terhadap Jepang terjadi di kota....
a. Malang
b. Kediri
c. Jombang
d. Blitar
14. Dokuritsu
Jumbi Inkai adalah bahasa Jepang untuk.....
a. PPKI
b. BPUPKI
c. Panitia Sembilan
d. Peta
15. Akibat
dari penjajahan Jepang di Indonesia yaitu....
a.
diperolehnya senjata modern dan militer
b.
timbulnya penderitaan dan kesengsaraan
c.
mendapat latihan militer
d.
terhindar dari penjajahan Belanda
16. Ketua
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia bernama…..
a. Dr.
Rajiman Wedyodiningrat c.
Moh. Yamin
b.
Drs. Moh. Hatta d.
Ir. Sukarno
17. Tanggal
14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada…
a.
Belanda
b.
Inggris
c.
Sekutu
d.
Amerika
18. Pada
tanggal 16 Agustus 1945 Ir. Sukarno dan Moh. Hatta dibawa para pemuda ke…
a. Pegangsaan
timur 56 Jakarta
b. Rumah
Laksana Maeda
c. Rengasdengklok
d. Dalat
19. Dokuritsu
Junbi Inkai adalah nama lain dari…
a. BPUPKI
b. PPKI
c. KNIP
d. PDIP
20. Perumusan
Naskah Proklamasi tanggal 16 Agustus 1945 malam
bertempat di…
a. rengasdengklok
b. Dalat
c. Pegangsaan
Timur 56 jakarta
d. Rumah
Laksamana Maeda
21. Kerja
paksa pada masa penjajah Jepang disebut…
a. Rodi
b. Kaibodan
c. Tanam
Paksa
d. Romusha
22. Berikut
ini yang bukan merupakan tokoh perumus naskah proklamasi adalah…
a. Ir.
Soekarno
b. Drs.
Moh Hatta
c. Mr.
Ahmad Subarjo
d. Dr.
Rajiman Wedyodiningrat
23. Perlawanan
mengusir penjajah sudah dilakukan sejak abad ke 16, tetapi tidak pernah
berhasil karena…
a. Bersifat
kedaerahan
b. Tidak
ada semangat juang
c. Jumlah
musuh terlalu banyak
d. Tidak
ada pemimpin yang bijak
24. Dasar
Negara yang disampaikan oleh Bung Karno dalam rapat BPUPKI 1 Juni 1945 adalah…
a. Trisila
b. Pancasila
c. Ekasila
d. Dasasila
25. Mendengar
kekalahan Jepang dari sekutu, maka para pemuda mendesak Ir. Sukarno dan Drs.
Moh Hatta untuk segera…
a. Memproklamasikan
kemerdekaan
b. Menyusun
kekuatan
c. Mengumumkan
kemenangan
d. Membentuk
panitia
26. Selain
Ir. Sukarno, tokoh yang juga menyampaikan pemikirannya tentang dasar Negara
adalah…
a. H.
Agus Salim
b. Moh.
Hatta
c. Moh.
Yamin
d. Mr. AA
Maramis
27. Pembicaraan
tentang persiapan kemerdekaan Indonesia di bicarakan di kota…
a. Hanoi
b. Saigon
c. Dalat
d. Manila
28. Rumah
perwira angkatan laut Jepang yang digunakan untuk menyusun teks proklamasi
adalah…
a. Hironito
b. Maeda
c. Terauci
d. Imamura
29. Pengetik
naskah proklamasi adalah…
a. Sayuti
Melik
b. Wikana
c. Suhud
d. Latif
Hendraningrat
30. Dasar
Negara yang sah terdapat pada pembuatan UUD 1945 alinea ke…
a. I
b. II
c. III
d. IV
31. Presiden
pertama RI di pilih oleh…
a. Rakyat
b. MPR
c. BPUPKI
d. PPKI
32. 32. Yang menjahit bendera pusaka merah
putih adalah…
a. Ibu
Sukmawati
b. Ibu
Fatmawati
c. Ibu
Rahmawati
d. Ibu
Megawati
33.
Proklamasi kemerdekaan merupakan…
a. Puncak
perjuangan Indonesia
b. Awal
perjuangan bangsa Indonesia
c. Tujuan
akhir bangsa Indonesia
d. Perjuangan
akhir merebut kemerdekaan
3 34.
Makna proklamasi kemerdekaan 17 Agustus
1945 bagi bangsa Indonesia adalah…
a. Berlakunya
Hukum Nasional
b. Tetap
berlakunya Hukum Kolonial
c. Hukum
Nasional sejajar dengan Hukum Kolonial
d. Sistim
pemerintahan baru meniru system Kolonial
35.
Sebagai bangsa yang telah merdeka sikap
kita adalah…
a. Bersenang
– senang karena sudah merdeka
b. tidak
usah berjuang karena sudah merdeka
c. Tetap
berjuang mengisi kemerdekaan
d. Tetap
berjuang bila ada perang
II. Isilah titik- titik dibawah ini dengan jawaban yang tepat!
- Pahlawan wanita dari Aceh yang gigih melawan Belanda adalah…
- Perang habis – habisan rakyat Bali melawan Belanda d kenal dengan nama…
- Kerja rodi ditentang oleh Pangeran Kusumadinata, beliau berasal dari daerah…
- Pada tanggal 20 Maret 1602, Gubernur Jendral Pieter Both
mendirikan kongsi dagang Belanda
yang disebut…
- Rapat BPUPKI tanggal 29 Mei s.d 1 Juni
1945 membahas tentang…
- Pada tanggal 9 Agustus 1945 Ir.
Sukarno, Drs. Moh Hatta, dan Dr. Rajiman Wedyodiningrat
dipanggil Jendral Terauchi ke…
- Perlawanan rakyat terhadap Jepang di Singaparna di pimpin oleh...
- Jepang menyerah tanpa syarat kepada
sekutu pada tanggal…
- Yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945 ialah…
- Penjahit bendera pusaka merah putih adalah…
III. Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini dengan benar!
- Jelaskan apa yang dimaksud dengan VOC?
- Apa yang diperintahkan Gubernur Jendral Vanden Bosh saat berkuasa di Indonesia?
- Sebutkan 3 contoh pejuang yang d
panggil Terauchi ke Dalat,
Vietnam!
- Sebutkan 3 tokoh perumus dasar negara!
- Siapakah pengibar bendera saat
proklamasi?
Entri yang Diunggulkan
SOAL ASESMEN TENGAH SEMESTER (ATS) GANJIL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS V TAHUN 2026/2027
SOAL ASESMEN TENGAH SEMESTER (ATS) GANJIL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS V Tahun Pelajaran 2026/2027 Alokasi Waktu: 90 Meni...


















